Senin, 07 Agustus 2017

Kisah Nyata Perjuangan Hidup Anak Kecil Yang Mengagumkan Dunia

Perjuangan Hidup Anak Kecil yang Mengagumkan Dunia-kisah perjuangan anak kecil yang benar-benar membuat semua orang terharu, bagaimana seorang anak memperjuangkan hak-hak nya untuk tetap bisa
diterima dilingkungan masyrakatnya, ini dia kisahnya

1.Iqbal Masih, 1982-1995
Iqbal Masih Sang Penghenti Pekerja Anak Seluruh Dunia

  Iqbal Masih adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari. karena jam kerja yang lama dan keras, kurang makanan dan perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil.
Pada usia dua belas tahun, Iqbalbertubuh tak layaknya anak laki-laki yang abru berusia 6 tahun. pada usia 10 tahun,dia melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia, Iqbal menolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan, escape to freedom.
Dia telah dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota "Carpet Mafia" karena ia membawa publisitas terhadap pekerja anak industri.
Pada tahun 1994, Iqbal telah dianugrahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, ketika Hadiah untuk Hak-Hak Anak dibentuk, ia diberi hadiah ini sebagai salah satu Laureates.

2.Nkosi Johnson, 1989-2001

Nkosi Jhonson Sang Ikon Perjuangan Untuk Hidup

 

 Lahir pada tahun 1989 di Johanesburg, ia tiidak pernah tahu ayahnya. Nkosi telah mengidap HIV positif semenjak lahir, di diadopsi oleh Gail Johnson. Nkosi Johnson mulai menjadi perhatian peblik
 pada tahun 1997, ketika sebuah sekolah dasar dikota Melville Johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang dia derita. Kejadia tersebut menyebabkan kehebohan
ditingkat tertingggi politik Afrika Selatan,konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis. Nkosi adalah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka tentang penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Nelson Mandeka menyebut Nkosi sebagai "ikon perjuangan untuk hidup". Bersama dengan ibu angkat, Nkosi mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV positif untuk ibu dan anak-anak mereka, Nkosi Haven's, di Johannesburg pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi ketika ia menerima Hadiah Perdamaian Internasional Anak dari tangan Mikhail Gorbachev. Nkosi's Haven menerima US $ 100.000 hadiah uang dai Yayasan Kids Right swrtapatung yang telah
menamai Nkosi di Nkosi Johnson's kehormatan.Kehidupan Nkosi dalah subjek dari buku kami oleh Jim Woote.

3.Om Prakash Gurjar, 1992

Om Prakash Gurjar Sang Pemenang Hdiah Nobel Perdamaian 

 

 Pada usia lima tahun, dia diambil dari orang tuanya dan bekerja diladang selama 3 tahun. Setelah itu dia menjadi aktivis di Bachpan Bachao Andolan, dia berkampanye tentang
pendidikan grtis di Rajasthan. Dia kemudian membantu mendirikan sebuah Network yang dikenal dengan nama "Child Friendly Villages" tempat anak-anak yang dihormati dan hak-hak
pekerja anak tidak diprbolehkan. Dia juga mengatur network yang bertujuan untuk memberikan semua anak-anak yangblahir sertifikat sebagi salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi.Dia mengatakan registrasi tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak anak-anak, membuktikan usia mereka, dan untuk membatntu melindungi mereka dri perbudakan, perdagangan, perkawinan dan dipaksa melayani anak sebagai tentara. Dia telah dianugrahkan Internsional Anak Hadiah Perdamaian oleh Mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klwrj, yang memenagkan Hdiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.

4.Samatha Smith, 1972-1985

 
Samatha Smith Sang Duta Besar Amerika Serikat Termuda

 Samatha Reed Smith adalah siswi Amerika dari Manchester, samatha menjadi terkenal di era Perang Dingin Amerika dan Uni Soviet. pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, dia menulis surat kepada pimpinan Uni Soviet Yuri Andropov, dia menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serkat begitu menegangkan. Kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda.
Samtha sangat senang mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan, namun dia tidak mendaopatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet's di Duta Besar Amerika Serikat
untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov. Pada tanggal 26 April 1983 ia mendapat brespon dari Andropov.
Smith Menarik perhatian di media luas di kedua negara tersebut sebagai "Goodwill Ambassador", dan menjadi dikenal sebagai "Duta Besar Amerika Serikat yang lebih muda"
berpartisipasi salam kegiatan perdamaian di Jepang. Dia menulis sebuah buku dan co-bintang dalam serial televisi, sebelum kematiannya pada usia 13 tahun di Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 pesawat crash.

5.Anne Frank, 1929-1945

 
Anne Frank Penulis Diarry Yang Dibaca Terbanyak Oleh Dunia

 Para pembaca pasti sudah pernah dengar tentang kehebohan diary anne frank. Annelise Marie "Anne" Frank (12 Juni 1929- Februari/Maret 1945) adalah seorang perempuan kaum Yahudi
yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada perang Dunia II. Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dn mereka dibawa ke kamp konsentasi yang mengakibatkan seluruhnya tewas kecuali Otto, Ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan dia menemukan buku harian anakya. karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya.
Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 hingga catatan
terakhir pada 1 Agustus 1944. Akhirnya buku harian itu diterjemahkan dari bahas Belanda ke berbagai basaha dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia.
Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema diary ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewassa dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan
sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi, melaui tulisannya Anne Frenk menjadi salah satu korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar